Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga".(HR. Muslim/2699)

Tips dan Trik Meraih Beasiswa LPDP RI

Semangat Meraih Beasiswa LPDP (Afirmasi Santri) 2019


Sebelumnya saya suda pernah “curhat” dengan sebutan lika liku perjalanan meraih Beasiswa LPDP, kali ini saya akan membagi pengalaman yang lebih panjang dan sedikit lebih rinci mengenai proses pendaftaran dan mengikuti setiap tahapanan Seleksi Beasiswa LPDP. Beberapa teman saya pernah meminta untuk membagi pengalaman tersebut, jadi saya akan menceritakan bagaimana proses yang saya lakukan dalam meraih Beasiswa LPDP, dengan harapan pengalaman ini bisa membantu teman-teman yang berminat untuk mendaftar beasiswa LPDP di tahun selanjutnya. Yang akan ada di tulisan ini adalah pengalaman “versi saya”. Setiap pelamar LPDP tentunya memiliki pengalaman yang berbeda dan melalui jalur yang berbeda pula, namun setidaknya hal ini bisa membantu teman-teman untuk memiliki gambaran mengenai bagaimana bisa “lolos” dengan berbagai tahapan seleksi.

Sekilas Gambaran Tentang Beasiswa LPDP  Kemenkeu RI

Banyak dari kita yang belum memiliki gambaran tentang Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau disingkat dengan LPDP. Sederhananya, Beasiswa LPDP merupakan sebuah Lembaga Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang berada dibawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada putra dan putri terbaik Indonesia yang berkualitas dan memiliki karakter kepemimpinan (leadership) untuk melanjutkan pendidikan Setrata dua (S2) dan Strata Tiga (S3) baik di dalam maupun di luar negeri (syarat dan ketentuannya sangat berbeda antara kedua program tersebut).


Beasiswa ini cukup prestise baik dari segi fasilitas dan embel-embelnya, sebab LPDP menerima kandidat yang dirasa potensial untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa yang akan datang (istilah LPDP adalah Calon Pemimpin Indonesia Emas diusia Indonesia 100 tahun). Setiap penerima beasiswa ini (awardee) memiliki tuntutan untuk kembali dan mengabdi di tanah air tercinta Indonesia. Beasiswa LPDP terbagi ke dalam enam jenis, yaitu beasiswa Reguler, beasiswa Disertasi, beasiswa Dokter Spesialis, beasiswa Afirmasi, beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) dan program Co-Funding.


Berikutut ini saya menjelaskan tentang jalur pendaftaran Beasiswa LPDP khusus afirmasi. Jalur afirmasi terdiri dari Afirmasi Daerah Tertinggal, Afirmasi Alumni Bidikmisi Berprestasi, afirmasi Individu Berprestasi dari Keluarga Prasejahtera, afirmasi Santri. 


Sekilas penjelasan tentang Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau disingkat dengan LPDP, untuk informasi lebih lanjut, teman-teman boleh mengakses website resmi lpdp www.lpdp.kemenkeu.go.id


Proses Pendaftaran Beasiswa LPDP

Ditahun 2019 LPDP hanya membuka dua kali proses pendaftaran yaitu Bulan April untuk pendaftar yang sudah memiliki Letter Of Acceptance (LoA) serta Bulan Juni untuk pendaftar yang belum memiliki Letter of Acceptance (LoA). Saya ketika itu mendaftar gelombang ke-dua karena pada saat mendaftar saya belum memiliki LoA. Sepengetahuan saya, ditahun 2019 LPDP menerima 4000 orang pendaftar karena pada tahun itu, Pemerintah RI menambah jumlah Anggaran 20 Triliun untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, dari sekian ratus ribu pendaftar yang hanya diterima adalah 4000 orang. Disini saya sangat menyarankan agar teman-teman memiliki persiapan yang cukup sebelum mendaftar beasiswa ini. Saya sendiri melamar beasiswa LPDP Dalam Negeri di tahun 2019, namun persiapan telah saya lakukan sejak 2018 artinya, hampir setahun saya menyiapkan berkas syarat dan persiapan mengikuti tahapan seleksi. 


Kenapa?

Karena Beasiswa LPDP memiliki beberapa persyaratan yang membutuhkan kejelian dan keseriusan dalam menyiapkan semda persyaratannya. Banyaknya dokumen yang harus disiapkan menurut saya membutuhkan kesabaran. Oh iya, saya melamar melalui jalur afirmasi Santri karena saya pernah mengabdi sebagai Guru dan Staff Tenaga Administrasi di Pesantren Terpadu Darul Aitami Kabupaten Aceh Selatan. Mengenai perbedaan jalur beasiswa LPDP teman-teman dapat melihat di website resmi LPDP. Meskipun jenis beasiswanya berbeda, setiap tahapan pelaksanaan seleksi adalah sama.  Proses seleksi hingga pengumuman memakan waktu sekitar empat bulan, yakni sejak Juni - September 2019.  


Proses pendaftaran beasiswa LPDP dilakukan secara online, yang mana teman-teman perlu membuat akun di situs www.beasiswalpdp.kemenkeu.go.id. Pendaftaran, submit dokumen hingga setiap pengumuman akan dilakukan lewat akun tersebut, jadi kita tidak terlalu direpotkan dengan masalah jarak waktu dan tempat. Terdapat beberapa tahapan seleksi Beasiswa LPDP yakni Seleksi Administrasi, Online Assessment (Seleksi Berbasis Komputer/SBK), dan Seleksi Substansi. Akan saya ceritakan satu per satu tahapan yang dilewati.


Tahap I : Seleksi Administrasi

Dari pengalaman saya, tahapan ini adalah yang membutuhkan persiapan yang benar-benar matang dan ketelitian yang tinggi. Dokumen yang cukup banyak dan beberapa essay yang mesti dikerjakan benar-benar membutuhkan tenaga ekstra. Berkas-berkas yang perlu dipersiapkan sesuai dengan jalur beasiswa LPDP yang kita ikuti, karena saya adalah awardee (lulusan dari Afirmasi Santri) maka berkas yang perlu dipersiapkan adalah:

  1. Ijazah S1 (Asli atau legaliser)
  2. Transkrip Nilai S1 (Asli atau Legalisir)Surat Persetujuan untuk mengikuti beasiswa santri dari pimpinan pondok pesantren asal
  3. Surat Rekomendasi dari pimpinan pondok pesantren sesuai format LPDP
  4. Surat Pernyataan sesuai format LPDP (bermaterai)
  5. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  6. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku
  7. Rencana Studi
  8. Surat Keterangan Bebas Narkoba dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran
  9. Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Dokter Rumah Sakit/Puskesmas dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran
  10. Surat izin mengikuti seleksi dari unit yang membidangi sumber daya manusia bagi yang sedang bekerja
  11. Proposal Studi
  12. Surat Keterangan mengabdi sebagai pendidik dan/atau tenaga kependidikan di Pondok Pesantren atau satuan Pendidikan keagamaan yang diselenggarakan oleh pesantren minimal 3 (tiga) tahun terakhir, yang ditandatangani oleh pimpinan Pondok Pesantren

Bagi saya pribadi, menulis Proposal Studi dan Rencana Studi adalah yang paling menguras tenaga karena saya harus benar-benar  bekerja keras untuk mengahasilkan tulisan yang strategis, memiliki nilai jual, dan mampu menjawab kebutuhan LPDP.


Proposal Studi mencakup dua bagian yaitu; pertama, Kontribusi Terbesar Bagi Indonesia yaitu tentang apa yang sudah, sedang dan akan kita lakukan untuk negeri ini sebagai wujud nyata akan kecintaan pada negeri ini. di tulisan ini, kita harus bisa memberikan gambaran mengenai nasionalisme, patriotisme dan sikap cinta tanah air yang kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Kedua adalah mengenai sukses terbesar dalam hidup, yakni bagaimana kita memaknai setiap pencapaian dalam hidup sebagai bentuk kesuksesan diri. Saya sendiri melihat bahwa dari tulisan ini kita perlu untuk menunjukan sejauh mana kita percaya  dan yakin akan kompetensi serta kapabilitas diri yang membuat kita bisa menerima beasiswa LPDP.


Sementara itu, Rencana Studi adalah tentang rencana pendidikan yang akan kita tempuh nantinya ketika sudah dinyatakan lulus semua tahapan seleksi. Kita perlu mengenal dan memahami dengan benar kebutuhan negara, kampus dan jurusan apa yang akan menjadi tujuan kita untuk melanjutkan studi. Di tulisan ini kita akan menjelaskan secara rinci mengenai rencana-rencana perkuliahan mulai dari latar belakang pendidikan S1, Kampus tujuan melanjutkan studi S2, dan jurusan serta relevansi antara jurusan S1 dengan S2, dan juga kita jelaskan durasi perkuliahan, mata kuliah yang akan diambil, hingga rencana tugas akhir (riset) yang akan dilakukan.. 


Semua yang kita jelaskan, baik di Proposal Studi maupun Rencana Studi harus bersifat rasional, strategis (artinya jangan terlalu banyak bertele-tele) dan tulislah sesuai panduan yang diberikan oleh LPDP. Isi tulisan harus menjawab apa yang diinginkan oleh Negara kita tercinta ini. Mungkin, sebelum teman-teman menulis hal yang sudah saya jelaskan di atas, teman-teman boleh meminta bantuan pada mereka yang sudah lolos atau pun dosen, senior dan teman yang benar-benar memahami bagaimana menulis Proposal Studi dan Rencana Studi untuk beasiswa yang baik dan benar. Jangan sungkan meminta bantuan mereka untuk merevisi tulisan kita. “Be Humble and Sincere”.


Kenalilah diri kalian dengan baik dan tulislah tentang diri kalian dengan “benar.” Kemudian kenali dengan baik kampus dan jurusan yang ingin diambil. LPDP memiliki daftar kampus tujuan yang bisa kita pilih untuk melanjutkan studi kita. Segala sesuatu haruslah disertai dengan alasan. Mengapa kita ingin melanjutkan studi di kampus itu dan mengapa jurusan tersebut yang ingin kita ambil. Sebagai informasi, saya mengambil program studi Manajement of Education, Syiah Kuala University Banda AcehIndonesia.


Semua dokumen pendaftaran (Afirmasi Santri terdapat dua belas syarat) harus di-scan dan diupload ke akun  masing – masing di website LPDP. Ada form pendaftaran yang harus diisi di website tersebut. Pastikan apa yang diupload dan diisi di website sama dengan berkas asli, karena di tahap terakhir seleksi akan ada yang namanya verifikasi berkas, dimana panitia akan mengecek apakah berkas yang kita upload sama dengan berkas aslinya atau tidak. Selain itu, jangan mengunggah berkas pendaftaran di hari – hari yang mendekati deadline pendaftaran, sebab di saat-saat tersebut website LPDP seringkali terkendala traffic sehingga menjadi sulit diakses. Usahakanlah untuk meng-upload semua berkas minimal empat hari hingga satu minggu sebelum penutupan.


Tahap II : Online Assessment (OA)/ Seleksi Berbasis Komputer (SBK)

Pengumuman seleksi administrasi biasa dilakukan  tiga minggu sampai dengan satu bulan setelah penutupan pendaftaran. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, akan ada panduan yang dikirimkan baik itu melalui akun kita, email hingga SMS dari pihak LPDP mengenai apa dan bagaimana proses seleksi OA yang mesti kita ikuti. Dalam tahap ini, kita akan mengikuti semacam personality test lewat komputer, dimana kita akan dihadapkan dengan puluhan hingga ratusan pertanyaan yang mesti dijawab dalam durasi waktu yang ditentukan. 


OA pada tahun saya dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama kita diharuskan menjawab pertanyaan sekitar 140 pertanyaan dalam kurun waktu 90 menit serta di bagian kedua adalah Essay on The Spot (EOTS). Dalam seleksi EOTS kita akan diberikan 1 pertanyaan yang harus dijawab dalam 30 menit totalnya adalah 141 pertanyaan dengan durasi 120 menit. Pada bagian pertama, kita disungguhkan soal Tes Potensi Akademik (TPA). Sedangkan pada bagian kedua bentuk soalnya, kita diberikan suatu masalah yang sedang dihadapi oleh negara kita. Nah disini kita adalah salah satu tokoh penting di permasalah tersebut dan diminta solusi terbaik kepada kita. Berikut saran saya untuk teman-teman yang akan menghadapi tahapan EOTS, pahami, kuasai topik dengan cara membaca dua hingga tiga kali topik tersebut. Biasanya topik tersebut disajikan dalam satu paragraf, sehingga perlu dibaca beberapa kali untuk bisa dipahami dengan baik.

Menulislah tanpa henti, jangan fokus dengan kesalahan atau typo error. Waktu yang diberikan adalah 30 menit, asumsikan lima menit pertama kita gunakan untuk membaca dan memahami topik, dua puluh menit kita lakukan untuk menulis dan lima menit terakhir bisa kita gunakan untuk membaca ulang dan merevisi tulisan tersebut. 

Pertanyaan yang banyak dengan durasi yang singkat  memang cukup menguras tenaga dan pikiran, apalagi ini adalah tes yang berkaitan dengan penilaian kepribadian dan mental health kita, sehingga mau tidak mau persiapan yang dilakukan lebih mengarah kepada persiapan mental kita. kurang lebih, seperti tes IQ dan tes kepemimpinan hanya dalam level yang sedikit berbeda. Berikut mungkin sedikit saran saya kepada teman-teman yang akan mengikuti tahapan tes ini.


Istirahat yang cukup dan makan makanan sehat menjelang hari H pelaksanaan tes. Hal ini sangat membantu kondisi kita ketika melakukan tes. Ketika tubuh fit dan otak sedang tidak terbeban dengan hal-hal yang menyebabkan stress, pertanyaan-pertanyaan bisa dijawab dengan baik. Jawablah apa adanya agar efektif penggunaan waktu, serta konsisten. Pertanyaan-pertanyaan untuk tes kepribadian biasanya adalah pertanyaan yang kadang dirasa konyol dan tricky, bahkan berulang-ulang. Jangan terlalu berpikir serius untuk memberikan jawaban yang paten, tapi jawablah yang benar-benar sesuai dengan apa yang ada di diri kita. Tes OA ini dilakukan secara online dan serentak, yang berarti bahwa seluruh peserta seleksi seantero Indonesia akan melakukan OA pada hari yang sama. Satu hal yang jangan pernah teman-teman lupakan, yaitu berdo’a dan kabari orang tua dan orang-orang terdekat teman-teman untuk ikut mendo’akan kesuksesan dalam mengikuti tes.


Tahap III : Seleksi Substansi/Tahapan Wawancara

Tahap ini adalah tahapan final yang menentukan diterima tidaknya kita sebagai awardee LPDP. Tahap ini, kita akan mengikuti serangkaian tes yang dilakukan dalam dua hari seleksi. Seleksi substansi dilakukan di beberapa kota dengan jadwal yang berbeda-beda setiap kota pelaksanaan tes. Saya sendiri waktu itu mengikuti seleksi substansi di Banda Aceh pada hari pertama dan pemanggilan kedua. Kebetulan saya mendapatkan nomor meja kedua juga.


Dalam seleksi substansi, disinilah kita bertemu dengan panitia dan orang-orang dari LPDP. Terdapat dua tahapan yang harus kita lalui.


Pertama adalah Verifikasi Berkas. Dalam verifikasi berkas kita diharuskan membawa seluruh dokumen yang telah kita upload pada saat pendaftaran untuk dicocokkan apakah semuanya sesuai dengan yang kita upload atau tidak dan apakah asli atau ada pemalsuan dokumen. Satu kesalahan saja maka kita langsung dinyatakan gugur sebagai kandidat penerima beasiswa. Karena itu, pastikanlah kesesuaian setiap berkas kita, jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun.


Kedua adalah Wawancara, seleksi wawancara ini dibagi kedalam dua bagian. Pertama tentang rencana studi dan proposal studi yang sudah kita upload. Tahapan ini ditanyakan secara mendetail dan jelas, bahkan kita akan diajukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan rencana dan proposal studi kita. Pewawancara berjumlah empat orang, terdiri dari satu orang dari LPDP, satu orang ahli psikologi, satu orang akademisi, dan satu orang dari bagian keuangan. Durasi waktu tahapan wawancara ini masing diberi waktu 45 menit hingga satu jam, tergantung dari pewawancara yang akan bertanya Ketika itu, saya menjalani wawancara ini sekitar 50 menit. Dengan soal lebih kurang sekitar 30 soal. Saya menjawab dengan penjelasan yang ringkas dan jelas. Bahasa yang digunakan pada tahapan wawancara ini akan diacak oleh pewawancara, ada saatnya ditanyakan dengan Bahasa Inggris dan ada juga dengan Bahasa Indonesia. Kita menjawab sesuai dengan Bahasa yang digunakan oleh pewawancara.

Tahapan wawancara yang kedua adalah membahas tentang wawasan kebangsaan. Pada bagian ini, pewawancara berjumlah satu orang dari tokoh akademisi atau tokoh nasional. Tahapan ini durasi waktu juga 45 hingga 60 menit, semua pertanyaan adalah seputar permasalahan nasional, mulai dari kebijakan nasional, Pancasila, UUD 1945, tentang HTI, FPI, tentang Khilafah dan banyak lainnya. 


Pada bagian ini, saya menyarankan kepada teman-teman agar membaca banyak tentang pengetahuan dan isu nasional. Jadilah diri sendiri, jangan ber-akting atau bicara yang tidak masuk akal. Jawablah apa adanya sesuai dengan kenyataan yang ada serta sesuai dengan diri kita sendiri. Bersikaplah rendah hati dan jangan sombong. Ingat, dalam posisi ini kitalah yang membutuhkan beasiswa tersebut, tunjukkan bahwa kita bisa memegang amanat yang baik dari uang beasiswa yang berasal dari pajak rakyat tersebut. Ingat, kita dibayar dari pajak rakyat untuk melanjutkan pendidikan. Jangan memotong pembicaraan, bersikaplah ramah dan santun pada pewawancara. Jawablah dengan tegas, meyakinkan, dan penuh percaya diri. Sesi wawancara adalah momen dimana kita menunjukkan bahwa kita pantas dibiayai pemerintah untuk melanjutkan pendidikan, namun kita juga perlu bersikap rendah hati. Jawablah apa yang pertama kali terlintas di kepala, sebab itu adalah yang berasal dari hatimu. Jangan terlalu lama memikirkan bagaimana harus menjawab dengan pengkalimatan yang sempurna dan Bahasa-bahasa yang indah. Lugas adalah hal yang paling penting. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir menunjukkan bahwa kita tidak siap. Jangan gugup, atasi dengan cara menatap mata masing-masing pewawancara ketika berbicara. Bukan melihat dengan gaya menantang, tapi melihat selayaknya kita sedang benar-benar memperhatikan orang yang berbicara tersebut. Menjawab dengan cara melihat mata pewawancara menunjukkan sikap konsisten dan percaya diri yang kuat. Selanjutnya adalah lakukan simulasi wawancara dengan teman anda agar terbiasa menggunakan Bahasa yang baik dan benar serta dapat menghilangkan suasana gugup atau tidak percaya diri.


Saran yang terakhir adalah berdo’a. Hal ini adalah yang paling esensial. Usaha yang sudah kita lakukan akan menjadi percuma tanpa dengan pertolongan doa. Saya menyakini bahwa kekuatan doa adalah kekuatan yang luar biasa. 


Sekian sharing yang cukup panjang ini, semoga bisa membantu teman-teman yang memiliki rencana untuk melamar beasiswa LPDP  di waktu yang akan datang. Selamat berjuang!

Posting Komentar untuk "Tips dan Trik Meraih Beasiswa LPDP RI"